Pengembangan Daerah Kali Brantas
 [ lihat gambar detail ]
Kali Brantas mempunyai Daerah Pengaliran Sungai ( DPS ) seluas 12.000 km2 atau 25% dari luas Jawa Timur. Total panjang sungai 320 km, mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Jumlah curah hujan rata-rata mencapai 2000 mm/tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan pertahun rata-rata 12 milyar m3. Kapasitas waduk yang ada hanya dapat memanfaatkan potensi tersebut sekitar 2,6 - 3,0 milyar m3/tahun.
Penduduk yang tinggal di Wilayah Kali Brantas mencapai 13,70 juta orang (1994) atau 43,2 % dari penduduk Jawa Timur dan mempunyai kepadatan rata-rata 989 orang/km2 atau 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur.
Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang memberi kontribusi lebih besar 30 % dari stok pangan Nasional. Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas dilakukan dengan pendekatan yang terencana, terpadu, menyeluruh, berkesinambungan dan berwawasan lingkungan serta dengan sistem pengelolaan yang terpadu dengan berlandaskan pengertian bahwa basin itu merupakan satu kesatuan wilayah (One River, One Plan, One Integrated Management).
Pelaksanaan pengembangan ini berdasar kepada suatu Rencana Induk (Master Plan) Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas yang ditinjau kembali pada setiap jangka waktu kurang lebih 10 tahun sekali, yakni:
- Rencana Induk I (tahun 1961), yang dititikberatkan kepada pengendalian banjir dengan membuat waduk-waduk besar sebagai penampung hujan di daerah hulu dan memperbaiki kapasitas pengaliran sungai di hilir. Disamping itu, waduk-waduk yang dibangun dapat dimanfaatkan pula untuk suplai air irigasi dan pembangkit tenaga listrik
- Rencana Induk II (tahun 1973), yang dititikberatkan kepada penyediaan air irigasi guna menunjang swasembada pangan disamping juga untuk pengendalian banjir maupun pemanfaatan potensi air untuk tenaga listrik dan pariwisata.
- Rencana Induk III (tahun 1985), yang dititikberatkan kepada pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum dan industri , terutama untuk kota Surabaya dan sekitarnya sampai tahun 2000.
- Rencana Induk III (tahun 1985), yang dititikberatkan kepada pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum dan industri , terutama untuk kota Surabaya dan sekitarnya sampai tahun 2000. - Rencana Induk IV (tahun 1997; dalam pelaksanaan), yang dititikberatkan pada konservasi dan pengelolaan terpadu sumber daya air guna meningkatkan kelestariannya dan mengoptimumkan penggunaannya.
|