|
Pengerukan Sedimentasi Kapasitas tampungan Waduk Sengguruh yang berfungsi melindungi Waduk Sutami dari sedimentasi saat ini kurang lebih sebesar 1,02 juta m3 (4,8% dari kapasitas tampungan awal; data pengukuran tahun 2008). Jika tidak dilakukan perlindungan daerah tangkapan hujan dan pengendalian sedimentasi, maka Waduk Sengguruh secara teoritis akan penuh dalam waktu yang tidak lama. Dalam keadaan Waduk Sengguruh penuh oleh sedimen, Akibat sedimentasi pada Waduk Sengguruh dan Sutami, tampungan efektif kedua waduk tersebut dapat semakin berkurang. Bila berlarut larut, fungsi Waduk Sengguruh dan khususnya Waduk Sutami sebagai pengendali pasokan air DAS Brantas untuk pengendalian banjir, pembangkitan energi, irigasi, air baku industri/domestik dan lain lain akan terganggu. Hal ini dapat mengancam pertumbuhan ekonomi di DAS Brantas, bahkan Propinsi Jawa Timur. Demikian pula kondisi Waduk Selorejo, Wlingi, Lodoyo dan Wonorejo. Perubahan tata guna lahan pada daerah tangkapan air menyebabkan terjadi sedimentasi lebih cepat dari rencana. Saat ini kapasitas tampungan Waduk Selorejo sebesar 339,59 juta m3 (63,5% dari kapasitas tampungan awal; data pengukuran tahun 2009),Waduk Wlingi sebesar 4,49 juta m3 (18,7% dari kapasitas tampungan awal; data pengukuran tahun 2010), Waduk Lodoyo sebesar 2,66 juta m3 (51,2% dari kapasitas tampungan awal; data pengukuran tahun 2010), dan Waduk Wonorejo sebesar 109,62 juta m3 (89,8% dari kapasitas tampungan awal; data pengukuran tahun 2008). | No. | Nama Waduk | HWL | LWL | Kapasitas Awal | Kapasitas | % Thd Kap. Awal | | Tahun | Mati (juta m3) | Efektif (juta m3) | GROSS | Tahun | Gross (juta m3) | Gross (%) | | 1 | 2 | 3 | 4 | 4 | 5 | 6 | 8 | 9 | 12 | 13 (12/8) | | 1 | Sengguruh | 292.50 | 291.40 | 1988 | 19.00 | 2.50 | 21.50 | 2008 | 1.02 | 4.80 | | 2 | Sutami | 272.50 | 246.00 | 1972 | 90.00 | 253.00 | 343.00 | 2009 | 165.45 | 48.20 | | 3 | Lahor | 272.70 | 253.00 | 1977 | 6.70 | 29.40 | 36.10 | 2009 | 28.32 | 78.40 | | 4 | Wlingi | 163.50 | 162.00 | 1977 | 18.80 | 5.20 | 24.00 | 2010 | 4.49 | 18.70 | | 5 | Lodoyo | 136.00 | 130.50 | 1980 | 0.20 | 5.00 | 5.20 | 2010 | 2.66 | 51.20 | | 6 | Selorejo | 622.00 | 598.00 | 1970 | 12.20 | 50.10 | 62.30 | 2009 | 39.59 | 63.50 | | 7 | Bening | 108.60 | 96.40 | 1981 | 450.00 | 28.40 | 32.90 | 2007 | 25.72 | 78.20 | | 8 | Wonorejo | 183.00 | 141.00 | 2000 | 16.00 | 106.00 | 122.00 | 2008 | 109.62 | 89.80 | | 9 | Wonogiri | 136.00 | 127.00 | 1980 | 114.00 | 433.00 | 560.00 | 2008 | 391.28 | 69.90 | | | | | | | | | | | | | Sedimentasi Waduk Wonogiri Volume efektif waduk Wonogiri mengalami penurunan akibat adanya sedimentasi dari 560 juta m3 pada tahun 1980 menjadi 391,28 juta m3 pada tahun 2008 atau laju sedimentasi dalam kurun waktu tersebut rata rata sebesar 6,03juta m3/tahun. Adapun upaya yang telah dilakukan adalah: - Pembersihan sampah & flushing di depan intake PLTA Wonogiri.
- Pembersihan sampah di perairan Waduk Wonogiri.
- Pengerukan sedimen di Waduk Wonogiri sebesar 100.000 m3.
- Pembuatan spoil bank untuk rencana pengerukan
- Pengukuran sedimen dengan sistem echosounding di depan intake PLTA
- Permbuatan perlindungan longsoran sekitar waduk
- Penghijauan di lokasi sabuk hijau

|