| |
SUMBER DAYA
AIR
..................................................................................................................................................................................................................... |
PENGENDALIAN BANJIR SURABAYA BAGIAN BARAT
Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dengan luas + 30.000 ha dengan jumlah penduduk + 2,5 juta jiwa (1984). Sebagian besar wilayah kota Surabaya terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian 3-6 m, sedang daerah kota sebelah barat merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 25-50 m di atas permukaan laut.
Di beberapa tempat di kota Surabaya, pada musim penghujan terjadi genangan-genangan air banjir. Genangan yang terjadi umumnya disebabkan oleh hujan lokal. Sedang banjir dari daerah hulu lewat Kali Surabaya, Kali Marmoyo dan Kali Mas ditanggulangi dengan mengoperasikan Dam Gunungsari Baru dan Pintu Air Wonokromo.
Secara garis besar wilayah drainase kota Surabaya dapat dibagi dalam 4 bagian, yaitu:
Wilayah Drainasi Surabaya Timur Wilayah ini dibatasi oleh Kali Mas di bagian barat dan tanggul laut di bagian timur. Di daerah ini genangan air banjir dialirkan ke arah timur secara gravitasi. Tanggul laut dibangun dengan tujuan untuk melindungi wilayah timur dari genangan air laut pada waktu pasang. Sedang di beberapa tempat pada tanggul laut dibangun pintu air otomatis untuk mengatur keluarnya air banjir ke laut.
Wilayah Drainasi Surabaya Tengah Wilayah ini dibatasi oleh Kali Mas di bagian Timur dan Kali Greges serta saluran Gunungsari di bagian Barat. Wilayah ini termasuk Jantung kota Surabaya dengan pemukiman yang padat. Genangan air disalurkah lewat saluran drainase Darmo, Kupang dan Kenari masuk ke Kali Mas di bagian timur. Sedangkan di bagian barat lewat Kali Dupak, Greges, Patemon, saluran drainasi Gunungsari dan Pesapen. Di beberapa tempat dipasang pompa air, karena genangan air tidak dapat dialirkan secara gravitasi.
Wilayah Drainasi Surabaya Barat Wilayah ini terutama adalah daerah pengaliran saluran Gunungsari (13.7 km2) dan daerah pengaliran Kali Kedurus (67.4 km 2) serta daerah di luar kedua daerah pengaliran tersebut tetapi terpengaruh oleh kedua saluran di atas, yaitu Pintu Air Wonokromo dan Dam Gubeng.
Wilayah Drainasi Surabaya Selatan Yang dimaksud wilayah ini adalah bagian kota Surabaya yang terletak di bagian selatan Kali Surabaya. Bangunan pengendali Banjir Beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pengatur banjir kota Surabaya, adalah: Bendung Lengkong Baru Pembangunan Bendung Lengkong Baru di dekat kota Mojokerto adalah pengganti Bendung Lengkong Lama yang sudah tidak berfungsi karena sudah tua. Bendung Lengkong Baru dapat mengairi sawah di delta Brantas seluas ± 40.156 ha, dan mengatur besarnya air yang lewat pintu Mlirip yang mengalir melalui Kali Surabaya ke Kota Surabaya. Apabila terjadi banjir di Kali Brantas, pintu Mlirip ditutup sebagian dan pintu Bendung Lengkong Baru dibuka sehingga air banjir dapat mengalir ke laut lewat Kali Porong dengan kapasitas maksimum 1.500 m3/dt. Bendung Gunungsari Baru Berfungsi meninggikan muka air Kali Surabaya untuk mengairi daerah irigasi di Surabaya seluas 3.812 Ha serta memperbaiki fungsi Bendung Gunungsari Lama dalam pengendalian banjir. Bendung Jagir Bendung ini terletak di hilir Bendung Gunungsari yang bertujuan meninggikan muka air Kali Surabaya untuk: Pemberian air ke intake PDAM Ngagel Surabaya sebesar 3 M3/dt. Mengalihkan aliran Kali Surabaya ke Kali Mas melalui pintu air Wonokromo untuk suplai air irigasi, industri dan pengglontoran kota.
Pintu Air Wonokromo Berfungsi untuk mengalihkan air Kali Surabaya ke arah kota dan menutupnya pada saat Kali Surabaya banjir. Bendung Gubeng Bendung ini berfungsi untuk meninggikan muka air Kali Mas dengan tujuan: Untuk menahan intrusi air laut ke dalam kota Surabaya Sebagai pengglontor ke saluran drainasi wilayah Surabaya bagian timur Mengairi daerah irigasi di timur kota Surabaya. Bendung Gubeng direncanakan tetap dipertahankan/ tidak dibongkar dengan tujuan seperti tersebut di atas. Dalam rangka penanggulangan banjir, terutama wilayah Surabaya bagian tengah, maka sebagian pintu air yang sudah rusak akan diperbaiki serta motorisasi akan-mempermudah operasionalnya.
|
|
|
|
|