Jasa Tirta Minta Petani tidak Khawatirkan Pasokan Air
WONOGIRI--MICOM: Perum
Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo menepis kekhawatiran petani wilayah
hilir, khususnya petani Dam Colo Barat, yang mulai meneriakkan krisis pasokan
air irigasi di lahan persawahan pada musim kemarau ini.
Hal itu ditegaskan Kepala
Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan
Solo, Winarno Susiladi. Ditegaskan, air Waduk Gajah Mungkur Wonogiri yang
menjadi sumber pasokan irigasi petani melalui Dam Colo Timur dan Colo Barat
masih sangat berlimpah, dengan elevasi mencapai 135,08 meter dpl (di atas
permukaan laut).
"Elevasi setinggi 135,08
meter dpl itu merupakan kondisi sangat aman, karena masih jauh di atas pola
normal yang dipatok setinggi 134,42 meter dpl. Dengan situasi seperti itu
petani Dam Colo Barat dan Colo Timur tidak perlu khawatir terjadi krisis air
pada musim tanam II yang baru saja dimulai ini," ungkap Winarno kepada Media
Indonesia, di Minggu (10/6).
Menurut dia, dengan kondisi air
waduk yang masih melimpah itu, Dam Colo Timur yang melayani 40 ribu hektare
sawah dari kabupaten Sukoharjo hingga perbatasan Ngawi, Jatim, belum dikurangi
pasokan air irigasinya, dan masih tetap menerima 17 meter kubik per detik.
Begitu halnya persawahan teknis
di wilayah Dam Colo Barat yang meliputi Kecamatan Selogiri, Wonogiri, serta
tiga kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yakni Tawangsari, Weru, dan Bulu, hingga
sawah di sejumlah kecamatan di wilayah laten, sejauh ini juga belum dikurangi
pasokan air irigasinya, yakni sebanyak 4 meter kubik per detik.
"Perlu kami tegaskan bahwa
Perum Jasa Tirta I sangat terbuka untuk bermusyawarah jika petani mengalami
hambatan di lapangan. Apalagi untuk persoalan pasokan air untuk irigasi
pertanian, petani sama sekali tidak dibebani tarif, sehingga mestinya tidak
perlu khawatir. Data dan permasalahn serahkan ke kami, untuk didiskusikan
bareng," imbuhnya.
Sebelumnya koordinator petani Dam
Colo Barat, Hardo Wiyono, mengungkapkan keresahannya tentang kemungkinan gagal
panen atas tanaman padi seluas 1500 hektare, karena mengalami kering setelah
pasokan air irigasi sering tersendat dan tidak teratur. Tanaman padi yang terancam puso itu merupakan
bagian dari sawah teknis seluas 4000 hektare yang bergantung pada irigasi Dam Colo
Barat.
"Selain tiga kecamatan di
Sukoharjo, yakni Tawangsari, Bulu, dan Weru, satu kecamatan di kabupaten Klaten
yang selama ini masuk dalam jaringan irigasi Dam Colo Barat juga mengalami
krisis pasokan air. Saat ini pertanian di Karangdowo, Klaten juga mulai
terancam kekeringan," ujar Hardo. (WJ/OL-3)
Sumber
(http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/10/325319/289/101/-Jasa-Tirta-Minta-Petani-tidak-Khawatirkan-Pasokan-Air)
|