Menjiwai Semangat Kepahlawanan dalam Bekerja
Di masa pendudukan para penjajah yang mengkotori bumi pertiwi dengan tangan rakus mereka, Indonesia berada dalam masa yang serba terpuruk. Segala lini kehidupan berada dalam kondisi yang sangat sulit. Tidak kurang dari 350 tahun lamanya bangsa ini hidup dalam kekangan kolonial yang semena-mena menjajah dan memporak-porandakan daerah yang tak mau takluk di bawah kakinya. Menyogok yang tamak harta, membunuh yang membangkang, memecah-belah yang mau bersatu, membinasakan yang melawan, memusnahkan yang memimpin adalah beberapa cara yang dijadikan senjata untuk mengkoyak-koyak bangsa ini. Belum lagi dentuman bom, rententan peluru yang ditembakkan, kendaraan perang lapis baja berbondong-bondong, bergerak, dan mendobrak setiap perlawanan yang digerakkan para pejuang kemerdekaan. Tak ayal, selama itu pulalah, bangsa ini menjadi bangsa yang dipaksa memenuhi nafsu serakah keduniaan para penjajah tersebut. Namun, bangsa ini bukan bangsa yang lemah, yang hanya bisa menyerah pasrah, lelah dan menyerah. Bangsa ini adalah bangsa yang kuat dan tangguh, yang melawan setiap kesemena-menaan, menggempur siapapun yang merenggut harkat dan martabat kemanusiaan rakyat. Bangsa ini adalah bangsa yang tak bisa tinggal diam saat harga dirinya diinjak-injak dan dilecehkan, apalagi kemerdekaan yang tidak bisa direbut oleh siapapun. Maka, selama berabad-abad lamanya para pejuang kemerdekaan tak pernah kenal menyerah melawan para penjajah, dan cukup membuat tidur penjajah tak nyenyak karena perlawanan para pejuang yang tak pernah bisa diredam dan dibungkam. Dalam peringatan Hari Pahlawan yang selalu diperingati pada tanggal 10 November tahun ini, Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, berdasarkan surat edaran dari Menteri Sosial Republik Indonesia, melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan, tepat pada tanggal 10 November 2009, senin kemarin. Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara, Dirut Perum Jasa Tirta I, Bapak Ir. Tjoek Walujo Subijanto, CES. Dalam amanat Menteri Sosial RI yang beliau bacakan, Mensos RI mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat Indonesia meniru semangat juang para pahlawan Indonesia. Semangat ini harus selalu dihembuskan untuk memacu dan memicu semangat membangun dan membela bangsa seluruh masyarakat di setiap bidang kehidupan yang dijalaninya setiap hari. Tantangan dan permasalahan bangsa yang kita hadapi ini tidaklah ringan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya. Bencana alam yang bertubi-tubi datang melanda, kemiskinan, pengangguran, kriminalisme, pendidikan, kesehatan, konflik/tawuran antar warga, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya merupakan daftar pekerjaan yang harus kita carikan solusi terbaiknya. Karena itu, Mensos RI mengajak semua masyarakat bahu-membahu merapatkan barisan memberikan sumbangsih yang terbaik bagi bumi pertiwi yang kita cintai ini. Pelajar dan mahasiswa hendaknya belajar dengan tekun agar ide-ide kreatif dan cerdas mereka bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Para birokrat hendaknya memberikan pelayanan terbaik, cepat dan mudah bagi masyarakat serta tidak melakukan perbuatan yang mengarah pada tindakan-tindakan yang dapat merugikan kepentingan bangsa dan negara. Kita semua harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan dilandasi semangat dan nilai-nilai kepahlawanan. Kita harus pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri sendiri, bekerja tanpa pamrih dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Mudah-mudahan dengan momen Hari Pahlawan ini, kita bisa meningkatkan kinerja kita dengan menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan dan memantapkan wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat. Demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih cerah, demi jasa pahlawan yang tak pernah lelah membela negara, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati jasa para pahlawannya. (@@b, humas)
|